Membaca Quran

Foto Al-Qur'an

Muhammad Ali as-Shabuni –pengarang Shofwat al-Tafâsîr– mendefinisikan al-Qur’an sebagai berikut: “Al-Qur’an adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril a.s. dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas.”

Keutamaan Pembaca Al-Qur’an

Rasul saw telah memberikan sebuah perumpaan yang indah sekali tentang muslim yang membaca Al-Qur’an dan yang tidak membaca Al-Qur’an dalam hadits berikut:

صحيح البخاري ٤٦٣٢: عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالْأُتْرُجَّةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَرِيحُهَا طَيِّبٌ وَالَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَالتَّمْرَةِ طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَلَا رِيحَ لَهَا وَمَثَلُ الْفَاجِرِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْفَاجِرِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ طَعْمُهَا مُرٌّ وَلَا رِيحَ لَهَا

Shahih Bukhari 4632: Dari Abu Musa Al Asy’ari dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Perumpamaan orang yang membaca Al Qur`an adalah seperti buah Utrujjah, rasanya lezat dan baunya juga sedap. Sedang orang yang tidak membaca Al Qur`an adalah seperti buah kurma, rasanya manis, namun baunya tidak ada. Adapun orang Fajir yang membaca Al Qur`an adalah seperti buah Raihanah, baunya harum, namun rasanya pahit. Dan perumpamaan orang Fajir yang tidak membaca Al Qur`an adalah seperti buah Hanzhalah, rasanya pahit dan baunya juga tidak sedap.”

Membaca al-Qur’an sudah seharusnya kita jadikan sebagai sebuah kebiasaan. Sebagaimana perumpamaan dari Rasul saw dalam hadits di atas, seorang muslim yang tidak membaca Al-Qur’an diibaratkan sebagai buah kurma yang manis namun tidak harum. Membiasakan diri membaca Al-Qur’an akan mengangkat derajatnya menjadi buah Raihanah yang manis dan juga harum. Perlu diketahui juga bahwa keutamaan itu hanya dari segi membacanya saja, tanpa mengetahui tafsirnya, sebab-sebab turunnya, atau memahami hukum yang terkandung di dalamnya. Tentu saja, keutamaan yang diperoleh akan jauh lebih besar ketika yang Anda lakukan lebih dari membacanya saja.

Pahala Membaca Al-Qur’an

Allah memberikan pahala berlimpah bagi para pembaca Al-Qur’an. Untuk setiap hurufnya, dihitung sepuluh kebaikan.

سنن الدارمي ٣١٧٤: عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ تَعَلَّمُوا هَذَا الْقُرْآنَ فَإِنَّكُمْ تُؤْجَرُونَ بِتِلَاوَتِهِ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرَ حَسَنَاتٍ أَمَا إِنِّي لَا أَقُولُ بْ الم وَلَكِنْ بِأَلِفٍ وَلَامٍ وَمِيمٍ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرُ حَسَنَاتٍ

Sunan Darimi 3174: Dari Abdullah ia berkata, “Pelajarilah Al Qur’an, sebab kalian akan diberi pahala dengan membacanya, setiap huruf dengan sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf, setiap hurufnya diberi pahala sepuluh kebaikan.”

Kecaman Bagi Yang Malas Membaca Al-Qur’an

Selain sangat dianjurkan, Rasul saw pun mencela muslim yang malas membaca Al-Qur’an. Dari kedua berita ini –anjuran untuk melakukan disertai dengan celaan jika tidak melakukannya– maka jelas bahwa Rasul saw menganggap penting perkara ini.

سنن الدارمي ٣١٧٢: عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الرَّجُلَ الَّذِي لَيْسَ فِي جَوْفِهِ مِنْ الْقُرْآنِ شَيْءٌ كَالْبَيْتِ الْخَرِبِ

Sunan Darimi 3172: Dari Ibnu Abbas ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya seorang laki-laki yang tidak ada sedikit pun bacaan Al Qur’an di dalam rongga mulutnya niscaya ia seperti rumah yang hancur.”

Membiasakan Membaca Al-Qur’an

Memang sering kali membaca Al-Qur’an terasa terlalu berat. Cara mengatasinya sangat mudah, yaitu dengan tidak membuatnya berat. Ingat bahwa amal yang disukai Allah bukanlah satu amal yang besar tapi amal yang dilakukan secara terus menerus (dawam). Jadi, biasakanlah diri kita untuk membaca Al-Qur’an secara ringan namun rutin.

Insya Allah, membaca sekadar satu halaman Al-Qur’an setelah sholat wajib jika dilakukan secara rutin bisa menjadi penolong kita di hari penghitungan nanti. Semoga kita memiliki cukup kesabaran untuk beristiqomah dalam melakukan amalan ini.

Amin.


Referensi:
1. Wikipedia
2. Hukum Membaca Al-Qur’an Tanpa Tahu Artinya

Foto:
1. The Holy Qur’an & A Magnifying Glass

Iklan

Tag:

About jeprie

Mohammad Jeprie adalah seorang penulis, desainer grafis. Jeprie aktif mendesain, menulis buku, membuat layout buku, mengajar pelatihan desain, dan banyak lagi. Bisa dihubungi melalui WhatsApp (+62-777-8765-834) atau email.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: